
Jember – AMAN Indonesia bersama Pemerintah Desa Puger Kulon, Kabupaten Jember, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan Desa Damai Berkelanjutan (DDB) pada 17 Juli 2026. Kerja sama tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat tata kelola desa yang inklusif, aman, damai, dan berkelanjutan melalui penguatan kepemimpinan perempuan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta kolaborasi multipihak dalam pembangunan desa.
Penandatanganan MoU berlangsung di Kantor Desa Puger Kulon dan turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Tim Tangguh Desa, Sekolah Perempuan (SP), Tim Penggerak PKK, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta berbagai unsur masyarakat yang terlibat dalam implementasi Program Desa Damai Berkelanjutan.
Direktur AMAN Indonesia, Ruby Kholifah, mengatakan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari upaya membangun desa yang tidak hanya maju dari sisi pembangunan, tetapi juga memiliki kohesi sosial yang kuat, mampu mengelola keberagaman, dan membuka ruang partisipasi bagi seluruh warga, terutama perempuan dan generasi muda.
Desa Damai Berkelanjutan merupakan model kolaborasi yang mendorong seluruh potensi desa bergerak bersama. Kami ingin memperkuat kepemimpinan perempuan, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta menghadirkan ruang partisipasi yang lebih luas agar desa mampu tumbuh menjadi komunitas yang aman, inklusif, dan berkelanjutan, ujar Ruby.
Menurut Ruby, AMAN Indonesia berkomitmen mendampingi masyarakat melalui berbagai penguatan kapasitas, mulai dari perencanaan pembangunan, pelaporan, fasilitasi dialog, hingga resolusi konflik. Melalui jejaring AMAN Indonesia yang tersebar di berbagai provinsi serta kemitraan dengan berbagai lembaga nasional dan internasional, praktik baik DDB diharapkan dapat menjadi pembelajaran bagi desa-desa lain di Indonesia bahkan di tingkat global.
Kepala Desa Puger Kulon, Nur Hasan, menyambut baik kerja sama tersebut dan menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus memperkuat implementasi Desa Damai Berkelanjutan sebagai bagian dari pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kami berkomitmen memperkuat tata kelola desa melalui kolaborasi bersama AMAN Indonesia dan seluruh elemen masyarakat. Berbagai program pembangunan, penguatan ekonomi desa, serta peningkatan partisipasi masyarakat akan terus kami dorong agar manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh warga, ujarnya.
Saat ini, Desa Puger Kulon telah mengimplementasikan tujuh dari sepuluh indikator DDB, meliputi perlindungan perempuan dan anak, penguatan ekonomi melalui koperasi dan BUMDes, pendidikan kritis perempuan, forum aspirasi perempuan, festival budaya, forum anak, serta digitalisasi informasi desa. Sementara itu, tiga indikator lainnya masih dalam proses pemenuhan, termasuk penyusunan regulasi mengenai ketangguhan bencana dan mekanisme penyelesaian konflik yang menyesuaikan kebijakan di tingkat kabupaten.

Melalui kerja sama ini, AMAN Indonesia akan melanjutkan pendampingan dalam penguatan kepemimpinan perempuan, pelatihan perencanaan dan pelaporan, pengembangan kapasitas Tim Tangguh Desa, fasilitasi dialog masyarakat, serta penguatan kemampuan resolusi konflik. Upaya tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus mendukung pembangunan desa yang partisipatif dan berkelanjutan.
Bagi AMAN Indonesia, kemitraan dengan Pemerintah Desa Puger Kulon merupakan fondasi penting untuk memperkuat DDB sebagai model pembangunan yang berpusat pada masyarakat. Keberhasilan program tidak hanya diukur dari terpenuhinya indikator, tetapi juga dari tumbuhnya kepemimpinan perempuan, meningkatnya kapasitas masyarakat, serta terbangunnya kolaborasi yang mampu menjaga kohesi sosial dan mengelola keberagaman secara damai.