Sekolah Perempuan
Terwujudnya masyarakat yang damai, mandiri, sejahtera, dan adil gender.
Misi
Meningkatkan kapasitas dan memperkuat partisipasi politik perempuan di semua level pengambilan keputusan.
Membangun persaudaraan lintas iman untuk merawat perdamaian.
Mengkampanyekan penghentian segala bentuk kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan komunitas.
Tentang Sekolah Perempuan Perdamaian
Sekolah Perempuan Perdamaian (SPP) adalah komunitas perdamaian akar rumput yang diinisiasi oleh Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia. Dideklarasikan pada 25 Maret 2014 dalam Kongres Sekolah Perempuan pertama di Jakarta Timur, SPP lahir dari keyakinan bahwa pengalaman dan pengetahuan perempuan adalah kekuatan penting dalam membangun perdamaian.
SPP hadir sebagai ruang belajar, ruang solidaritas, sekaligus ruang transformasi. Di sini, perempuan tidak hanya diposisikan sebagai kelompok rentan atau korban konflik, tetapi sebagai agen perdamaian dan pemimpin perubahan sosial.
Saat ini, terdapat 56 Sekolah Perempuan Perdamaian yang tersebar di 7 provinsi: Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Sulawesi Tengah
Empat Pilar Transformasi SP
SPP bekerja melalui tahapan pembelajaran yang sistematis: pra-pembelajaran, proses belajar partisipatif, evaluasi, dan penguatan keberlanjutan. Sekolah ini dirancang sebagai inkubator kepemimpinan perempuan, yang mendorong perubahan di empat level:
Individu
Meningkatnya kesadaran kritis dan kepercayaan diri perempuan.
Relasi
Terbangunnya relasi keluarga yang lebih setara.
Struktural
Meningkatnya partisipasi perempuan dalam kebijakan desa.
Kultural
Tumbuhnya budaya peduli, toleran, dan anti-kekerasan di komunitas.
Apa yang dilakukan SP
1. Pendidikan dan Kepemimpinan Perempuan
SPP menyelenggarakan kelas rutin tentang gender, perdamaian, transformasi konflik, radikalisme, hak politik perempuan, dan isu sosial-ekologi. Metode belajar bersifat partisipatif dan berbasis pengalaman, sehingga perempuan belajar dari realitas hidupnya sendiri.
Praktik Baik:
Banyak peserta yang sebelumnya pasif kini berani berbicara dalam forum desa, terlibat dalam musyawarah perencanaan pembangunan, serta aktif mengkampanyekan relasi keluarga yang lebih setara.
2. Penguatan Relasi dan Solidaritas Komunitas
SPP mendorong dialog dalam keluarga, kampanye relasi gender yang adil, serta membangun ruang aman bagi perempuan korban kekerasan. Komunitas menjadi lebih responsif terhadap isu KDRT, intoleransi, dan konflik sosial.
Praktik Baik:
Di Poso, anggota SPP menghidupkan kembali tradisi saling kunjung lintas agama saat hari raya—sebuah praktik yang sempat meredup pasca konflik. Tradisi ini menjadi simbol pulihnya kepercayaan dan persaudaraan.
3. Inisiatif Sosial, Ekonomi dan Budaya Damai
SPP menginisiasi berbagai kegiatan berbasis komunitas seperti pertanian organik, sanggar batik, forum anak, kampung ramah lingkungan, dan pengajian damai. Kegiatan ini memperkuat ketahanan ekonomi sekaligus membangun kohesi sosial.
Praktik Baik:
Kelompok pertanian organik yang digerakkan anggota SPP tidak hanya meningkatkan pendapatan keluarga, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan lintas iman yang memperkuat solidaritas.
4. Advokasi dan Penguatan Kebijakan Desa
SPP mendorong pengakuan formal dari pemerintah desa melalui Surat Keputusan (SK) dan mendorong alokasi dana desa untuk program perempuan dan perdamaian. Perempuan didampingi untuk aktif dalam proses pengambilan keputusan.
Praktik Baik:
Sejumlah desa telah mengalokasikan anggaran desa untuk mendukung program SPP. Hal ini menunjukkan perubahan nyata dari tingkat komunitas hingga kebijakan.
Dampak Nyata
Sejak berdiri, SPP telah:
– Melahirkan ratusan perempuan pemimpin akar rumput.
– Mendapatkan pengakuan formal di berbagai desa.
– Mendorong alokasi dana desa untuk program perempuan dan perdamaian.
– Menguatkan solidaritas lintas iman di wilayah pasca-konflik.
– Menjadi ruang healing dan dukungan bagi perempuan korban kekerasan.
SPP membuktikan bahwa ketika perempuan diberi ruang, kapasitas, dan kepercayaan, mereka mampu menjadi pilar utama dalam membangun masyarakat yang damai, mandiri, dan adil gender.
Direktori Sekolah Perempuan
SP Makan Bergizi Gratis
Wonosobo, Jawa Tengah
2026
SP Lentera Bhineka Desa Buntu
Wonosobo, Jawa Tengah
2026