
Sampang – AMAN Indonesia bersama Pemerintah Desa Dharma Camplong menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan Desa Damai Berkelanjutan (DDB) sekaligus menggelar Diseminasi Agenda Women, Peace and Security (WPS) di Kantor Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, pada 16 Juli 2026. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya AMAN Indonesia memperkuat tata kelola desa yang inklusif, partisipatif, dan berorientasi pada perdamaian sosial melalui penguatan kepemimpinan perempuan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pelibatan aktif berbagai pemangku kepentingan.
Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Sinergi dan Partisipasi Inklusif untuk Harmoni Sosial yang Berkelanjutan” dan dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sampang, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Sosial, Inspektorat, Camat Camplong, Kepala Desa Dharma Camplong, Sekolah Perempuan Bintang Sembilan, Tim Tangguh, serta tokoh masyarakat.
Direktur AMAN Indonesia, Ruby Kholifah, menjelaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan bagian dari komitmen AMAN Indonesia dalam mendampingi desa membangun tata kelola yang mampu menjawab berbagai tantangan sosial secara inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, Program Desa Damai Berkelanjutan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat agar mampu mengelola keberagaman, mendorong partisipasi seluruh warga, serta membangun ketahanan sosial di tingkat desa.
Desa Damai Berkelanjutan dibangun melalui keterlibatan seluruh unsur masyarakat. Perempuan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, dan berbagai kelompok warga memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan desa yang aman, inklusif, serta mampu mengelola berbagai tantangan sosial secara damai, ujar Ruby.
Ruby menambahkan, AMAN Indonesia memfokuskan pendampingan pada penguatan kepemimpinan perempuan, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan mekanisme dialog dan kolaborasi yang memungkinkan seluruh kelompok masyarakat terlibat dalam proses pembangunan desa. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memperkuat ketahanan sosial sekaligus menjadikan Desa Dharma Camplong sebagai praktik baik DDB.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Sampang, Sudarmanto, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun bersama AMAN Indonesia. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil merupakan modal penting dalam memperkuat pembangunan desa yang berkelanjutan.

Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi mitra menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan, kata Sudarmanto.
Sementara itu, Kepala Desa Dharma Camplong menegaskan komitmen pemerintah desa untuk terus melibatkan masyarakat, khususnya perempuan, dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan pembangunan. Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola desa yang lebih partisipatif sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain penandatanganan Nota Kesepahaman, kegiatan juga diisi dengan diseminasi agenda WPS yang membahas pentingnya membangun desa yang aman, inklusif, dan berkelanjutan melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dalam sesi materi, peserta diajak memahami bahwa keberagaman merupakan modal sosial yang perlu dijaga sebagai fondasi kehidupan desa, sehingga pembangunan harus membuka ruang partisipasi yang setara bagi seluruh warga tanpa memandang latar belakang.
Diskusi juga menyoroti pentingnya penguatan kapasitas masyarakat melalui pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta koordinasi yang lebih erat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan para pemangku kepentingan. Komunikasi yang intensif, penyusunan mekanisme kerja yang jelas, serta kolaborasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

Bagi AMAN Indonesia, penguatan DDB merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan pendampingan secara berkelanjutan. Ke depan, AMAN Indonesia akan terus memperkuat implementasi prinsip WPS dalam pembangunan desa melalui peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan kepemimpinan perempuan, penyusunan tata kelola yang lebih partisipatif, serta perluasan kolaborasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat sipil. Melalui pendekatan tersebut, Desa Dharma Camplong diharapkan dapat menjadi praktik baik yang menginspirasi pengembangan DDB di wilayah lain, sekaligus memperkuat pembangunan desa yang inklusif, adil, dan tangguh.