Sekolah Perempuan Srikandi Handayani Gelar Pertemuan Membahas Forum Anak

Salah satu fitur yang membuat forum anak menjadi platform yang istimewa adalah kemampuannya untuk mendorong anak-anak untuk bertanya dan menjawab pertanyaan. Forum anak memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengajukan pertanyaan tentang topik apa pun yang mereka minati, baik itu tentang pelajaran sekolah, hobi, atau pengetahuan umum. Anak-anak dapat memperluas wawasan mereka dengan menjawab pertanyaan dari teman sebaya mereka. Dalam lingkungan yang ramah dan terawasi, anak-anak dapat merasa nyaman untuk berbagi dan belajar dari pengalaman dan pengetahuan satu sama lain.

Fitur kolaborasi menjadi inti dari forum anak. Anak-anak dapat bergabung dengan proyek bersama, seperti membuat cerita bersama atau menggambar kolektif. Mereka dapat berbagi ide dan pemikiran mereka, memberikan umpan balik positif, dan bersama-sama menciptakan sesuatu yang menginspirasi. Fitur kolaborasi ini membantu mengembangkan keterampilan sosial anak-anak, memupuk kerja tim, dan merangsang kreativitas mereka. Dengan memfasilitasi kolaborasi dalam lingkungan yang aman dan termonitor, forum anak mendorong anak-anak untuk belajar dari dan bersama-sama dengan teman-teman mereka.

Forum anak juga menyediakan ruang untuk menampilkan karya anak. Anak-anak dapat mengunggah karya seni, tulisan, proyek ilmiah, atau prestasi lainnya ke profil mereka di forum. Hal ini memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendapatkan pengakuan dan dukungan dari sesama anggota komunitas. Orang tua dan pendidik juga dapat memberikan apresiasi dan pujian yang membangun kepercayaan diri anak-anak. Dengan memiliki galeri karya yang terorganisir dan terlihat oleh orang lain, anak-anak merasa dihargai dan terinspirasi untuk terus mengembangkan bakat dan minat mereka.

Pengembangan forum anak pun ikut diperhatikan Sekolah Perempuan Srikandi Handayani Pengkok, Patuk, Gunung Kidul. Belum lama ini, ibu-ibu dari Sekolah Perempuan Handayani mengadakan pertemuan membahas mendukung program pemerintah terkait pembentukan Forum Anak. Menurut Ketua Sekolah Perempuan Srikandi Handayani Pengkok, Wiwik Hikmawati, pihaknya telah mengundang Kepala Desa untuk berdiskusi konsep Forum Anak di Desa Pengkok.

”Sejak 2018, Sekolah Perempuan Srikandi Handayani memang sudah pernah menginisiasi Forum Anak dengan mengadakan kegiatan di desa. Pesertanya cukup banyak, lebih dari 30 anak dari berbagai dusun,” terangnya, belum lama ini.

Agenda yang telah diselenggarakan juga beragam. Mulai dari permainan, diskusi, kuis dan lain sebagainya. Tujuan dari forum anak adalah upaya dari Sekolah Perempuan untuk memberikan edukasi kepada anak-anak tentang nilai perdamaian, anti kekerasan, anti-bullying dan lainnya.

”Dengan terbentuknya Forum Anak, diharapkan juga dapat mengurangi dari ketergantungan main gadget,” ungkapnya.

Agenda-agenda yang telah dilaksanakan, ternyata mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Terutama para orang tua yang memang menginginkan agar anak-anaknya mendapatkan pendidikan di luar sekolah. Saat ini, sejumlah orangtua merasa khawatir terkait ketergantungan dengan gadget. Dalam era digital yang semakin maju, hubungan antara anak-anak dan kecanduan gadget telah menjadi perhatian utama. Anak-anak cenderung terpikat oleh perangkat elektronik seperti ponsel pintar, tablet, dan permainan video, yang dapat mengarah pada kecanduan gadget.

Fenomena ini dapat berdampak negatif pada perkembangan sosial, emosional, dan kognitif anak-anak. Mereka mungkin mengalami kesulitan berinteraksi secara langsung dengan teman sebaya, menghabiskan waktu bermain di luar ruangan, atau belajar dengan cara yang lebih tradisional. Penting bagi orang tua dan pendidik untuk memahami dan mengelola penggunaan gadget oleh anak-anak, membatasi waktu layar, mempromosikan kegiatan fisik dan sosial yang sehat, serta memberikan alternatif yang bermanfaat seperti membaca buku atau bermain permainan yang melibatkan interaksi sosial secara langsung.

”Saat ini, dalam pembentukan forum anak, ibu-ibu Sekolah Perempuan telah melibatkan pemuda guna mendukung dan menjadi relawan dalam kegiatan. Kali ini, pemerintah desa berkeinginan agar forum anak dapat dilanjutkan dan ada konsep yang lebih detail terkait dengan forum anak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wiwik sebagai ketua sekolah perempuan dan juga anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berharap pihak desa menindaklanjuti forum anak yang sudah diinisiasi. Nantinya, Wiwik akan mengajak anggota Sekolah Perempuan lain untuk membuat detail perencanaan dan anggaran untuk forum anak.

 

Penulis : Maskur Hasan

Editor : Nita Nurdiani

Leave a Reply

Your email address will not be published.