
Sumenep – AMAN Indonesia bersama Pemerintah Desa Matanair dan Pemerintah Desa Babalan menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang penguatan Desa Damai Berkelanjutan (DDB) di Aula Putri Koneng, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep, pada 15 Juli 2026. Penandatanganan tersebut menjadi langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun desa yang inklusif, damai, dan berkelanjutan melalui penguatan kepemimpinan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, serta partisipasi aktif masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri dan disaksikan oleh Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio, sebagai bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep terhadap pengembangan DDB.
Direktur AMAN Indonesia, Ruby Kholifah mengatakan bahwa perempuan merupakan aktor utama dalam pembangunan desa karena memiliki pengetahuan dan pengalaman yang dekat dengan kehidupan keluarga maupun masyarakat. Namun, potensi tersebut masih perlu diperkuat melalui peningkatan kapasitas dan ruang partisipasi yang lebih luas.
Perempuan merupakan aktor utama dalam pembangunan desa karena paling memahami kondisi keluarga dan masyarakat. Melalui Sekolah Perempuan, kami ingin memperkuat kepemimpinan perempuan agar mampu berkontribusi dalam pembangunan desa sekaligus menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang damai, inklusif, dan tangguh. Hingga saat ini, Sekolah Perempuan telah berjalan di 56 lokasi dan didukung oleh 83 dialog masyarakat yang melibatkan lebih dari 700 peserta untuk memperkuat penyelesaian konflik, membangun nilai-nilai inklusif, kesetaraan, serta memperkuat pendekatan keagamaan yang moderat, ujar Ruby.
Ruby menambahkan, AMAN Indonesia terus berupaya menjembatani implementasi berbagai kebijakan nasional, khususnya terkait penguatan peran perempuan dan pencegahan ekstremisme berbasis kekerasan, agar dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Pada kesempatan yang sama, Staf Ahli Bupati Sumenep Bidang Ekonomi, Pembangunan, dan Keuangan, Joko Satrio, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang dibangun AMAN Indonesia bersama Pemerintah Desa Matanair dan Desa Babalan. Menurutnya, program pemberdayaan perempuan perlu diselaraskan dengan kebijakan pembangunan daerah agar mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep mendukung pelaksanaan program pemberdayaan perempuan yang telah dilaksanakan AMAN Indonesia di desa-desa. Ke depan, kolaborasi ini perlu diperkuat melalui sinkronisasi program, dukungan sumber daya, perencanaan bersama, serta pelibatan organisasi perangkat daerah agar implementasinya semakin efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat di tingkat desa, kata Joko.
Selain penandatanganan MoU, kegiatan juga dirangkaikan dengan Penguatan Sekolah Perempuan yang diikuti oleh anggota Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Matanair, Sekolah Perempuan Perdamaian Desa Babalan, Sekolah Perempuan Muda, serta Srikandi Keris. Dalam sesi ini, peserta mendapatkan penguatan mengenai konsep transformasi kepemimpinan perempuan yang mencakup transformasi individu, relasional, struktural, dan kultural sebagai fondasi untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam pembangunan desa.
Peserta juga mengikuti sesi mengenai penguatan organisasi perempuan melalui kepemimpinan partisipatif, pengelolaan konflik yang sehat, pengembangan ruang aman, serta penguatan jejaring antarkelompok perempuan. Selain itu, berbagai praktik baik dibagikan oleh peserta dari desa dampingan, mulai dari meningkatnya keberanian perempuan menyampaikan pendapat, keterlibatan dalam pengambilan keputusan di tingkat desa, hingga berkembangnya usaha berbasis komunitas.
Sebagai bagian dari penguatan kapasitas, peserta juga memperoleh materi mengenai keamanan digital dan etika berorganisasi. Pembahasan difokuskan pada pentingnya menjaga kerahasiaan identitas penyintas kekerasan, melindungi data pribadi, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta membangun komunikasi yang terbuka dan saling menghargai dalam organisasi maupun masyarakat.

Melalui MoU tersebut, AMAN Indonesia bersama Pemerintah Desa Matanair dan Pemerintah Desa Babalan berkomitmen memperkuat implementasi DDB melalui penguatan kepemimpinan perempuan, perlindungan perempuan dan anak, pengembangan dialog masyarakat, peningkatan kapasitas pemerintah desa, serta penguatan ketahanan sosial berbasis komunitas. Kerja sama ini juga menjadi landasan untuk memperluas berbagai praktik baik yang telah berkembang di kedua desa.
Bagi AMAN Indonesia, kemitraan dengan pemerintah desa merupakan langkah penting untuk memastikan keberlanjutan DDB setelah proses pendampingan berakhir. Dukungan Pemerintah Kabupaten Sumenep diharapkan semakin memperkuat sinergi multipihak dalam mengintegrasikan nilai-nilai inklusivitas, kesetaraan, dan perdamaian ke dalam pembangunan desa. Dengan kolaborasi tersebut, praktik baik yang telah berkembang di Desa Matanair dan Desa Babalan diharapkan dapat menjadi pembelajaran sekaligus inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumenep.