Menjaga Nalar dan Konstitusi di Tengah Gejolak Dunia Global, Elemen Masyarakat Sipil Gelar Do’a untuk Bangsa dan Dunia; Refleksi untuk Tragedi Umat Manusia

Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita mendalam atas gugurnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, serta ribuan warga sipil di berbagai tempat yang menjadi korban serangan militer akibat ambisi geopolitik. Kami mengutuk pelanggaran atas kedaulatan wilayah Iran yang mencederai prinsip-prinsip United Nations Charter.

Merespons eskalasi konflik di Timur Tengah serta dinamika kebijakan luar negeri Indonesia yang krusial dan memprihatinkan, para tokoh, aktivis dan elemen masyarakat sipil (civil society) dari beragam latar belakang berkumpul menyuarakan keprihatinan dengan menggelar acara “Doa Bersama dan Refleksi Kemanusiaan” pada hari ini.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan penghormatan kepada para martir (syuhada) tragedi kemanusiaan serta menyuarakan keprihatinan mendalam atas kondisi geopolitik dunia yang kian mengkhawatirkan dan respon pemerintah yang tidak berpijak pada nalar dan konstitusi.

Melalui momentum refleksi ini, kami menyerukan agar komunitas internasional mengambil peran strategis untuk memberikan tekanan politik pada Amerika Serikat dan Israel agar segera menghentikan segala bentuk provokasi dan serangan militer terhadap Iran dan negeri lainnya guna mencegah pecahnya Perang Dunia III yang akan berdampak katastropik bagi ekonomi dan kemanusiaan universal.

Kami juga mendesak Pemerintah RI untuk segera menarik diri dari keanggotaan Board of Peace. Kami menilai keterlibatan dalam badan tersebut sebagai bentuk kompromi terhadap kedaulatan dan pelanggaran terhadap amanat Konstitusi UUD 1945 yang mewajibkan Indonesia tetap independen.

Konstitusi kita adalah kompas, bukan teks mati. Membiarkan Indonesia larut dalam agenda Board of Peace di tengah agresi terhadap Iran adalah bentuk pengkhianatan terhadap cita-cita kemerdekaan yang menentang segala bentuk penjajahan di atas dunia.

Pemerintah (dalam hal ini Kementerian Luar Negeri) harus berusaha mengembalikan marwah diplomasi Indonesia yang bebas aktif dan berpihak pada keadilan, bukan pada aliansi militer atau politik tertentu yang diprakarsai oleh negara-negara aggressor dan penjajah.

Pemerintah seyogyanya mengambil peran memimpin konsolidasi negara-negara Non-Blok dan OKI dalam memberikan bantuan kemanusiaan dan perlindungan hukum internasional pasca-gugurnya pemimpin tertinggi Iran Ayatullah Sayyid Khamenei, demi stabilitas kawasan dan dunia global. DPR RI juga seharusnya menjalankan fungsi pengawasan dan audit terhadap kebijakan luar negeri pemerintah yang dinilai keluar dari koridor konsensus nasional dan jati diri bangsa.

Acara Do’a untuk Bangsa dan Dunia; Refleksi untuk Tragedi Umat Manusia, yang dilaksanakan hari ini, Sabtu, 07 Maret 2026 mulai jam 16.00 WIB – selesai, dilaksanakan secara hybrid, offline bertempat di Aula Dr. K.H. Jalaluddin Rakhmat, Bandung dan online

melalui Zoom meeting dan diikuti para tokoh dan aktivis kemanusiaan yang menyampaikan refleksi kebangsaannya, yaitu :

1. Dr. Abdullah Assegaf, S..Sos., M.Hub.Int. (Dosen Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Brawijaya yang juga menjabat sebagai Direktur Iran Corner FISIP Universitas Brawijaya)

2. Dr. Airlangga Pribadi Kusman, S.IP., M.Si., Ph.D. (Dosen Ilmu Politik, dan Associate Professor di Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga)

3. Andar Nubowo, DEA., Ph.D. (Direktur Ma’arif Institute)

4. Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag. (Guru Besar UIN Alauddin Makassar)

5. Azeem Marhendra Amedi, S.H., LL.M. (Setara Institute)

6. H. Daden Sukendar, S.Pd.I., M.Ag. (Komisioner Komnas Perempuan)

7. Dr. Dina Yulianti Sulaeman, S.S., M.Si. (Ahli Politik Timur Tengah Universitas Padjajaran, Anggota Dewan Pakar ABI)

8. Dwi Rubiyanti Kholifah, M.A. (Pendiri dan Direktur Asian Muslim Action Network, AMAN Indonesia)

9. KH. Miftah Fauzi Rakhmat, Lc, M.A. (Ketua Dewan Syura IJABI)

10. Fachrurozi, M.Ag. (Ketua Nurcholish Madjid Society)

11. Dr. Mukhaer Pakkanna, S.E., M.M. (Wakil Ketua I Majelis Ekonomi, Bisnis dan Pariwisata PP Muhammadiyah, dan Dosen di Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Ahmad Dahlan Jakarta.)

12. Dr. Neng Hannah, M.Ag. (Wakil Ketua Bidang Litbang PW Fatayat NU Jawa Barat)

13. Prof. Dr. H. Robby Habiba Abror, S.Ag., M.Hum. (Dekan Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta)

14. Pak Roberts (Forum Lintas Agama Deklarasi FLAD Sancang)

15. K.H. Imam Sofwan Yahya, Lc., M.Hum. (Pimpinan Pesantren Luhur Al-Tsaqafah)

16. Usman Hamid, S.H., M.Phil. (Direktur Amnesty International)

17. H. Wawan Gunawan, S.Ag., M.Ag. (Pendiri Jaka Tarub)

18. KH. Zuhairi Misrawi, Lc., M.A. (Duta Besar Indonesia untuk Tunisia)

 

Acara ini terselenggara atas kerjasama :

IJABI (Ikatan Jamaah Ahlulbait Indonesia)

NCMS (Nurcholish Madjid Society)

Ma’arif Institute

MUHSIN (Majlis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia)

KKJ (Kajian Kang Jalal)

Komunitas Islam Madani

MADDAH (Muda Madani Hub)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *