Nyadran Perdamaian 2024

Nyadran merupakan tradisi dan kearifan lokal yang hampir ada di semua wilayah, khususnya di Jawa. Nyadran sendiri merupakan ritual dan doa yang dilakukan di kuburan untuk mengirim doa kepada leluhur. Namanya nyadran kubur atau makam. Ada juga nyadran “kali” atau Sungai. Namun yang lebih popular dalam perayaan adalah nyadran makam.

Setiap tahun, masyarakat Jawa melaksanakan tradisi Nyadran sebagai bentuk rasa syukur kepada Yang Maha Kuasa atas segala karunia yang diberikan. Di sisi lain, Nyadran adalah sarana untuk mendo’akan para leluhur yang sudah mendahuluinya dan mengingat semua perjuangan yang telah dilakukan. Banyak nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Nyadran salah satunya adalah menjaga kerukunan diantara masyarakat lokal baik yang se-agama maupun yang berbeda agama. Nyadran dilaksanakan secara turun temurun dari mulai nenek moyang hingga sekarang, namun pertanyaannya apakah narasi Nyadran dan nilai-nilai yang terkandung juga masih diserap oleh generasi saat ini?

 

Pertanyaan tersebut menjadi titik awal untuk melakukan inovasi tradisi dari “nyadran” menjadi “nyadran perdamaian”. Nyadran Perdamaian sendiri merupakan aktifitas tambahan atau rangkaian dari sekian aktifitas untuk memperkuat praktik baik nyadran dan menggali nilai-nilai dalam nyadran. Selain itu, nyadran perdamaian juga bertujuan untuk mempromosikan sekaligus mentransfer pengetahuan kepada generasi muda dan perempuan agar tradisi tersebut tetap eksis.

Kenapa perempuan harus terlibat? Karena perempuan selain sebagai penjaga kehidupan juga pemegang generasi penerus. Dalam kesehariannya, anak-anak lebih banyak berkomunikasi dengan ibuknya. Termasuk dalam hal pertanyaan-pertanyaan penting anak dan ibu. Maka jika perempuan tidak terlibat maka perempuan tidak mendapatkan informasi atau pengetahuan. Sehingga penting perempuan mendapatkan banyak asupan informasi yang nantinya akan ditransfer kepada generasi berikutnya.

Harapannya Nyadran juga tidak hanya dipahami sebagai aktifitas tahunan namun juga dipahami secara substantif dengan nilai dan kekayaan tradisinya sehingga dapat dirawat hingga generasi mendatang. Kelebihan Nyadran di Krecek-Gletuk dengan nyadran di tempat lain adalah tentang keragaman, kerukunan dan solidaritas. Keragaman karena kedua dusun yang ikut nyadran mempunyai latar belakang agama yang berbeda. Dusun Krecek masyarakatnya mayoritas Budha, dan Dusun Gletuk mayoritas Muslim dan Kristen. Namun mereka mengadakan nyadran di satu makam.

Kerukunan: meskipun dua dusun tersebut mempunyai latarbelakang yang berbeda namun mereka tidak membeda-bedakan. Justru konsep kolaborasi yang mereka pakai sebagai kapasitas dalam merekatkan masyarakat dari generasi ke generasi, termasuk menjaga praktik tradisi nyadran makam.

Maka dari itu, masyarakat Gletuk dan Krecek akan mengadakan rangkaian nyadran perdamaian dengan melibatkan pemerintah lokal, Organisasi Masyarakat Sipil, organisasi Perempuan, media, dan anak-anak muda.

 

TUJUAN

 Secara umum, tujuan kegiatan Nyadran Perdamaian adalah untuk terus menjaga tradisi lokal dan menjaga keharmonisasi masyarakat yang mempunyai latarbelakang berbeda termasuk latarbelakang agama.

Adapun tujuan khusus pada kegiatan ini adalah:

  1. Mengkampanyekan nilai-nilai perdamaian dalam kegiatan tradisi lokal “Nyadran” di dusun Gletuk dan Krecek.
  2. Melakukan transfer pengetahuan kepada generasi muda tentang tradisi dan budaya lokal yang mempunyai nilai perdamaian
  3. Mendorong kepemimpinan perempuan dan mengambil peran aktif dalam pelaksanaan kegiatan Nyadran.

 

Waktu dan Tempat

 Nyadran Perdamaian dilaksanakan pada:

Hari/tanggal           : Rabu-Jum’at/10-12 Januari 2024 [Lihat rundown rangkaian kegiatan]

Jam                              : 07.00 -Selesai WIB

Tempat                      : Dusun Gletuk dan Dusun Krecek, Desa Getas, Kaloran Temanggung, Jawa Tengah

 

Penyelenggara

Nyadran Perdamaian diinisiasi oleh AMAN Indonesia dan Sekolah Perempuan Catur Manunggal dan didukung oleh Masyarakat dusun Gletuk dan dusun Krecek, desa Getas Kaloran, Temanggung. Juga di dukung oleh lembaga Amartha.

 

Peserta

Nyadran Perdamaian ditargetkan akan diikuti oleh peserta yang live in

Link Pendaftaran

s.id/DAFTAR-NYADRANPERDAMAIAN2024

  • 50 orang dari latar belakang yang berbeda baik agama, suku, golongan, dan umur dan dari berbagai daerah.

 

Tamu Undangan

    • Pemerintah Kecamatan
    • Pemerintah Desa
    • Koramil
    • Polsek
    • PKK
    • Organisasi perempuan keagamaan
    • Organisasi Masyarakat sipil
    • Kelompok kesenian
    • Media
    • Pegiat seni
    • Masyarakat sekitar

Tanggal

Jan 10, 2024 - Jan 12, 2024

Tempat

Online
Offline
Dusun Gletuk dan Dusun Krecek, Desa Getas, Kaloran Temanggung, Jawa Tengah

Agenda

Rundown Kegiatan

Waktu Kegiatan Keterangan
Rabu, 10 Januari 2024
13.00 – 14.00 Registrasi
14.00 – 15.00 Brifing peserta
15.00 – 16.00 Persiapan
19.00 –  Selesai Pembukaan Nyadran dan Diskusi filosofi Nyadran

–       Sambutan Kepala dusun Gletuk dan Krecek

–       Sambutan dari AMAN Indonesia

Diskusi tentang filosofi Nyadran dan nilai-nilai yang terkandung di dalam tradisi Nyadran

Kamis, 11 Januari 2024
05.00 – 06.00 Meditasi
06.00 – 07.30 Berkegiatan dengan induk semang
07.30 – 09.00 Istirahat, Mandi, sarapan
09.00 – 12.00 Kelas Seni

Belajar filosofi seni Warokan

Lokasi di dusun Gletuk

12.00 – 13.00 Istirahat
14.00 – 17.00 Jelajah alam

Mengenal:

–       Sumber air dan sadranan air

–       Danyang dusun

–       Pertapaan di air terjun

17.00 – 18.00 Istrahat
18.00 – 19.00 Persiapan Sesaji
19.00 – 21.00 Kelas sesaji

Diskusi tentang filosofi dan makna Sesaji

21.00 – 22.30 Peserta kembali ke induk semang untuk membantu persiapan nyadran di makam
Jumat 12 Januari 2024
05.00 – 06.00 Persiapan nyadran di makam
06.00 – 11.00 Peserta mengikuti Nyadran di Makam
11.00 – 13.00 Istirahat
13.00 – 15.00 Kelas Perempuan bertutur

Sharing peran perempuan dalam melestarikan budaya dan tradisi lokal

 

 

15.00 – 16.00 Istirahat
16.00 – 15.00 Kelas Warokan
15.00 – 17.00 Sayonara

Twibbon


Flyer