FAQ – Sidebar 19

Frequently Asked Questions

No results found.

Login2

Can I change my password?

Non eiusmod graviterque, nam labore distinguantur quo quamquam cillum officia expetendis, voluptate e quis singulis. Sed incurreret praesentibus. Legam an nostrud, offendit nisi eu ullamco distinguantur ab nulla singulis ea appellat eu offendit irure pariatur fabulas.

I’ve forgotten my login details. How do I find them?

Ab malis ullamco philosophari, officia ad malis fabulas. Cernantur nulla malis litteris illum, pariatur comprehenderit qui incididunt an ut legam vidisse exquisitaque, quem incurreret de pariatur. Iis aut instituendarum non ea ab aute esse quem. Aut anim officia ad non quis elit enim doctrina, nisi ab excepteur, eu velit voluptate imitarentur sed quorum officia ut doctrina ut quid laborum aut nulla aliqua, laboris multos veniam mandaremus minim sed occaecat eram in vidisse firmissimum. Si tamen excepteur possumus, ita aute iudicem relinqueret, eu aute exquisitaque, nulla incurreret arbitror.

Safety and Privacy1

How do I report someone?

Tamen deserunt vidisse ubi ut quae quamquam senserit, ut minim senserit in noster arbitror se mandaremus, sunt incurreret domesticarum, officia anim minim ea minim sed o anim commodo comprehenderit, aut summis iudicem incurreret.

Tentang Kami10

Bagaimana pengembangan kapasitas staf di AMAN Indonesia?

Staf Engagement & Capacity Building

Setiap staf mendapatkan informasi lengkap terkait masalah, perkembangan organisasi, dan kebijakan baik yang menyangkut program, manajemen dan keuangan baik melalui forum pertemuan rutin, pemberitahuan di email maupun diskusi melalui plartform sosial media. Sebagai lembaga yang menganut prinsip learning organization, proses penguatan pengetahuan dan ketrampilan staff menjadi salah satu perhatian dalam rencana strategic kelembagaan. Penentuan bentuk dukungan ini dilihat dari hasil self- evaluation tiap staf bersama dengan managemen sebagai supervisor. Self-evaluation selain mendiskusikan perkembangan kecakapan personal juga melihat kualitas capaian kerja, prestasi kunci serta gab pengetahuan atau ketrampilan dari staf.

Pertemuan bulanan, semester, tahunan diselenggarakan oleh sekretariat untuk memfasilitasi sharing pengetahuan dan pembelajaran antar staf dari pelaksanaan program. Dalam pertemuan semester, Country representative memberikan update terkait isu utama program yaitu women, peace, and security dan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan advokasi baik di lokal hingga global. Sementara Program Manager dan Design, Monitoring & Evaluation Manager memberikan konsultasi secara intensif untuk perencanaan yang partisipatoris, layanan program dan managemen pengetahuan berbasis lapangan. Dalam pertemuan tahunan, narasumber ahli dihadirkan untuk mempresentasikan riset-riset terbaru dan kerangka pemikiran yang relevan dengan kebutuhan program dan kelembagaan.

Kami membuka akses ke staf untuk meng-updgrade pengatahuan untuk menghadiri seminar, workshop, shot course dan bentuk lainnya. Untuk mempromosikan expertise, staf diberikan kesempatan dan kepercayaan menjadi fasilitator atau narasumber pertemuan strategis dengan jaringan dan stakeholder baik di lingkup nasional hingga internasional. Dalam beberapa kesempatan, AMAN juga mendelegasikan SPP dan Peace Leader untuk hadir di forum baik sebagai peserta maupun narasumber. Tantangan kami dalam era disrupsi inovasi ini adalah mengkonsolidasikan dan menghadirkan pengetahuan dan ketrampilan peacebuilding dan resolusi konflik dalam bentuk format digital yang dapat diakses secara luas termasuknya mekanisme pendampingannya.

Bagaimana pengelolaan jaringan di AMAN Indonesia?

Nature Gerakan: Terbuka dengan Jaringan Baru

Mengarungi sepuluh tahun kedua pengembangan organisasi, AMAN menggunakan pendekatan sebagai cara yang efektif untuk mengelola lapisan jejaring tingkat komunitas, provinsi, nasional dan regional. Pengaruh AMAN didesentralisasi ke tingkat provinsi hingga desa melalui kerja-kerja pendidikan perdamaian, pengorganisasian masyarakat, dan advokasi. Di regional dan global, kami melanjutkan misinya untuk aktif dalam gerakan global untuk advokasi kebijakan. Dengan pengetahuan dan pengalaman fundamentalnya, kami diakui sebagai anggota aktif Aliansi/jaringan terkait women, peace, and security, peacebuilding dan P/CVE. Tahun 2019, kiprah AMAN di global mendapat rekognisi dengan tawaran untuk bergabung dalam gerakan global Asia Democracy Network (ADN). Keterlibatan ini akan membawa kami memperluas intervensi gerakann dalam demokrasi terutama bekerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan (masyarakat sipil, pemerintah, sektor swasta, lembaga publik, dll.) untuk mempromosikan nilai-nilai demokrasi di seluruh dunia. Nilai strategisnya, kami dapat terhubung dan berkolaborasi dengan mitra lain secara khusus untuk meningkatkan partisipasi perempuan dan kelompok minoritas dalam masalah politik. Kami percaya bahwa nilai kesetaraan adalah pusat nilai demokrasi yang mengakomodasi perempuan dan kelompok minoritas dalam pengambilan keputusan publik.

Dengan Siapa Kami Bekerja?

Perempuan dan Anak Muda
Aman bekerja dengan perempuan dan anak muda dari kelompok agama atau kepercayaan yang berbeda yang tergabung dalam Sekolah Perempuan untuk Perdamaian, Youth Peace Leader dan Girl Ambassadors for Peace (GA4P) untuk mendorong perubahan sikap dan perilaku yang mencerminkan toleransi, perdamaian dan adil gender.

Jaringan
Aman bekerja dengan jaringan baik di tingkat daerah, Nasional, regional dan global untuk advokasi kebijakan terkait isu perempuan, perdamaian, dan keamanan, peacebuilding dan (Preventing/Countering Violent Extremism atau P/CVE

Pengambil Kebijakan
Aman bekerja dan membangun kemitraan dengan kementrian dan lembaga baik pusat dan daerah yang konsen pada isu konflik berbasis agama dan gender serta pencegahan/kontra ekstremisme (Preventing/Countering Violent Extremism atau P/CVE) dalam rangka memperkuat pengarusutamaan gender dalam program dan kebijakan

Media
AMAN bekerja dengan media-media keislaman yang progresif juga dengan penulis perempuan untuk memperkuat narasi progresif yang mempromosikan keadilan gender, hak-hak perempuan dan perdamaian serta memperkuat data advokasi ulama perempuan dan gerakan perempuan terkait isu-isu perempuan dan perdamaian.

Institusi Pendidikan
AMAN bekerja dengan berbagai institusi Pendidikan mulai dari PAUD, SD, SMP, SMA, Pesantren dan kampus yang memiliki visi untuk memperkuat model pendidikan inklusif, adil gender dan terbuka dengan perbedaan.

Apa saja nilai dan prinsip AMAN Indonesia?

1. Kemandirian; setiap individu atau simpul gerakan mempunyai karakter untuk tumbuh dan berkembang dengan menjaga otonominya sesuai dengan prinsip gerakan.
2. Keberdayaan; menumbuhkan kesadaran, kemauan dan kemampuan mengembangkan kapasitas diri dan mengelola sumber daya.
3. Inisiatif ; menstimulasi tumbuhnya ide, gagasan atau terobosan baru pengembangan gerakan
4. Kreatif-Inovatif; keleluasaan menggali, menelusuri serta menerapkan berbagai alternatif metode dan berbeda yang berorientasi pada pembaharuan
5. Strategis; efektif dan efisien dalam pengambilan keputusan yang berorientasi untuk kemanfaatan banyak orang
6. Sinergis; membangun dan mengkonsolidasikan kemitraan
7. Dialogis; mencari titik temu dari keberagaman pendapat dalam persamaan sikap
8. Ideologis; komitmen pada nilai yang diperjuangkan

Apa Visi AMAN Indonesia?

Terciptanya budaya beragama yang anti kekerasan dan berkeadilan gender

Seperti apa model kepemimpinan di AMAN Indonesia?

Dalam menjalankan roda organisasi, AMAN mengadopsi dan memodifikasi model kepemimpinan 360 yang dipopulerkan oleh John Maxwell sesuai struktur dan mekanisme kerja di AMAN. Model ini menekankan bahwa semua orang dalam posisi di struktur adalah pemimpin. Filosofinya, pemimpin tidak harus dalam posisi di puncak, karena sesorang bisa menggerakkan orang lain baik di bawah maupun di atasnya. Sebenarnya ini bukan hal baru, karena pada model kepemimpinan AMAN sebelumnya adalah power sharing telah dipraktekkan dengan menggunakan struktur hirakis. Namun dengan penekanan kempimpinan 360 membuat setiap individu mendapatkan potensi untuk leading up, leading down dan leading across secara lebih detil.

Apa saja yang kami kerjakan?

AMAN Indonesia bekerja dalam lingkup empat pilar.

Pilar I

Ketahanan Komunitas oleh Perempuan  [Lihat selengkapnya]

1. Sekolah Perempuan untuk Perdamaian

  • 39 Sekolah Perempuan untuk Perdamaian di 7 provinsi di Indonesia melibatkan 1800 perempuan lintas iman dari arus bawah
  • 42 fasilitator lokal dari internal Sekolah Perempuan yang memiliki pemahaman dan ketrampilan memfasilitasi kelas belajar dan advokasi
  • 15 dari 31 pemerintahan desa/kelurahan di wilayah program mengakui Sekolah Perempuan sebagai organisasi pendidikan kritis dan pemberdayaan melalui surat keputusan desa/keluarahan
  • 1000 keluarga di lingkungan Sekolah Perempuan di 6 provinsi memahami UU KDRT melalui sosialisasi door to door menggunakan poster dan stiker

2. Reflective Structured Dialogue

  • 36 ulama perempuan dari 13 organisasi berbasis keagamaan di 3 provinsi (Fatayat NU, Muslimat NU, Aisiyah, Nasyiatul Asisiyah, Majelis Ulama Indonesia, Ahlul Bait Indonesia, Lajnah Imailah, Salafi, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia, Jamah Tabligh, Persistri, Universitas Brawijaya) terlibat dalam 9 seri Reflective Structured Dialogue

3. Beasiswa Perdamaian

  • 10 siswa/i Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah Menengah Atas di kabupaten Poso mendapatkan dukungan fasilitas Pendidikan dan inovasi merayakan kebergaman

4. Nyadran Perdamaian 

  • 30 anak muda lintas iman yang terlibat dalam Nyadran Perdamaian di temangung mengalami peristiwa toleransi dan budaya damai berbasis kearifan lokal.

 

Pilar II

Konsolidasi Suara-Suara Progresif [Lihat selengkapnya]

1. Peace Goes to School (PGS)

  • 1380 siswa/i dan mahasiswa/i dari 12 Sekolah dan kampus di 3 provinsi mendapat pemahaman tentang toleransi dan moderasi beragama melalui PGS

2. Peace Service

  • Bersih-bersih dan dialog lintas iman di 15 tempat ibadah

 3. NgoPeace

  • Melibatkan 16 café untuk memfasilitasi NgoPeace

4. Youth Ambassadors

  • 230 Peace Leader
  • 182 perempuan muda yang terpilih dari 15 provinsi menjadi duta perdamaian di sekolah dan komunitas

5. Pendidikan Berparadigma Pancasila

  • Kerjasama dengan 2 sekolah di Yogyakarta sebagai piloting Pendidikan Berparadigma Pancasila

6. Ulama Perempuan

  • 76 ulama perempuan (women ulama) dari 3 provinsi memiliki ketrampilan pencegahan ekstremisme (preventing violent extremism/PVE)
  • 21 Ulama Perempuan dan laki-laki dari Indonesia, Malaysia dan Thailand merumuskan prinsip Islam dan peran pemimpin keagamaan dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan

 

Pilar III

Advokasi Kebijakan Yang Berorientasi Perdamaian Dan Sensisitf Gender [Lihat selengkapnya]

1. Women and PVE

  • 225 aktivis perempuan memahami sejarah dan tanda radikalisme, interseksi radikalisme dengan HAM perempuan serta peran negara dan masyarakat, melalui kursus ‘perempuan dan PVE’ yang digelar di 8 kota di 5 provinsi

2. CSO Forum

  • 87 perwakilan masyarakat sipil dari berbagai latar belakang pengalaman bekerja di P/CVE merumuskan platform CSO forum dan merumuskan isu-isu penting yang dibawa dalam Sub Regional Meeting

3. Indonesia Peace Builders Forum

  • 224 praktisi, pemimpin keagamaan, organisasi masyarakat sipil, peneliti, dosen dan pengambil kebijakan dari 14 negara merumuskan re-strategi pencegahan ekstremisme dengan perspektif gender dalam Indonesia Peace Builders Forum di Malang

4.  Integrasi PVE dalam agenda RAD P3AKS

  • 3 draft Rencana Aksi Daerah untuk Perlindungan dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak dalam Konflik Sosial (RAD P3AKS) yang mengintegrasikan elemen kunci pencegahan ekstremisme (Preventing Violent Extremism/PVE)

Pilar IV

Penyebaran Nilai-Nilai Progresif Islam [Lihat selengkapnya]

1. Media

  • 141 penulis perempuan dari 6 provinsi yang memiliki ketrampilan penulisan popular isu perempuan dan keislaman dengan perspektif mubadalah (reciprocal reading)
  • 30.000 viewers untuk media sosial AMAN
  • 1.14.623 viewers, 64.799 pengunjung, dan 48.000 pengunjung baru untuk mubadalah
  • Sindikasi Media yang merangkul 6 media dan NGO
  • pembaca mubadalah, ulama, jaringan pesantren, mahasiswa, peneliti dan aktivis, hadir dalam Festival Mubadalah

 

 

 

Dimana saja wilayah kerja AMAN Indonesia?

Indonesia

  1. DKI Jakarta (Jakarta Timur)
  2. Jawa Barat (Bogor, Depok, Tasikmalaya, Bandung, Bekasi, Cirebon)
  3. Jawa Tengah (Wonosobo, Temanggung)
  4. Jawa Timur (Madura, Jember, Malang, Siodarjo, Lumajang)
  5. DIY (Kota Yogyakarta dan Gunung Kidul)
  6. Sulawesi Tengah (Poso dan Palu)
  7. NTB (Bima)

Thailand (Chiangmai)

 

Strategi apa yang digunakan dalam pengembangan program di AMAN Indonesia?

Kepemilikan lokal dan Keberkanjutan

Dalam menjalankan roda organisasi, AMAN mengadopsi dan memodifikasi model kepemimpinan 360 yang dipopulerkan oleh John Maxwell sesuai struktur dan mekanisme kerja di AMAN. Model ini menekankan bahwa semua orang dalam posisi di struktur adalah pemimpin. Filosofinya, pemimpin tidak harus dalam posisi di puncak, karena sesorang bisa menggerakkan orang lain baik di bawah maupun di atasnya. Sebenarnya ini bukan hal baru, karena pada model kepemimpinan AMAN sebelumnya adalah power sharing telah dipraktekkan dengan menggunakan struktur hirakis. Namun dengan penekanan kempimpinan 360 membuat setiap individu mendapatkan potensi untuk leading up, leading down dan leading across secara lebih detil.

Sementara Peace Leader (PL) yang digawangi anak-anak muda lintas iman ini sejak berdirinya (2014) didorong dan dilatih menjadi pemimpin di komunitasnya. Belakangan, seiring dengan menurunnya partisipasi anggotanya, langkah mendorong keberlanjutan diambil melalui proses penguatan kapasitas penggeraknya dan menyusun platform dan framework organisasi payungnya. Dengan platform dan framework inilah PL memiliki panduan untuk rekrutmen, dan konsolidasi dengan komunitas anak muda, serta melakukan inovasi pengembangan program, serta enggagment dengan lembaga lokal dan private sektor.

Siapa saja tim di AMAN Indonesia?

TIM KAMI

  • BOARD
    Prof. Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin
    Yuniyanti Khuzaifah, MA
    Dr. Maria Ulfah Anshor

 

  • MANAJEMEN TEAM
    Dwi Rubiyanti Kholifah (Country Representative)
    Hanifah (Program Manager)
    Ghufron (Program Design, Monitoring and Evaluation Manager)
    Rizkiyansah (Accounting)
    Yulita Nugraini (Finance/Cashier)

 

  • OFFICE
    Sujinem (Janitor)

 

  • PROGRAM
    Maskur Hasan (Regional Coordinator of Yogyakarta and Central Java)
    Yeni Lutfiana (Regional Coordinator of East Java)
    Mega Priyanti (Field staf)
    Redy Saputro (Field Staf)

 

  • MEDIA AND CAMPAIGN
    Mawardi (Coordinator of Media)
    Nurdiani Latifah (Staf)
    Abdik Maulana (Staf)