Sekolah Perempuan Perdamaian

5 orang SPP Pengkok Terlibat Sebagai Relawan Covid-19

Ada cerita menarik dari Sekolah Perempuan Perdamaian (SPP) yang menjadi kelompok dampingan AMAN Indonesia. Ada 5 orang anggota SPP Desa Pengkok terlibat sebagai relawan covid-19. Hal itu diungkap oleh Wiwik Himawati, salah satu anggota SPP Desa Pengkok. Menurutnya, hal ini menjadi salah satu bentuk solidaritas yang dilakukan anggota SPP untuk melawan covid-19.

”Relawan desa lawan Covid-19 terbentuk berdasar dari surat edaran No 8 tahun 2020 tentang desa tanggap Covid-19 melibatkan perangkat desa, tokoh masyarakat dan mitra desa. Salah satu tugasnya mengedukasi masyarakat apa dan bagaimna kita mencegah penyebaran Covid-19,” terangnya, belum lama ini.

Menurutnya, keberadaan anggota SPP sebagai mitra desa. Relawan desa ini memiliki posko di jalan utama masuk desa dan di balai desa. Semuanya bertugas melakukan penyemprotan terhadap siapapun yang masuk ke desa. Jika yang lewat adalah pendatang dari luar daerah, akan diminta untuk melapor di posko balai desai yang bertugas mendata dan mengukur suhu. Serta mencatat kondisi kesehatan pendatang.

Untuk anggota SPP, mereka akan ikut untuk piket jaga posko yang dibagi bergantian. Ditambah, para relawan termasuk anggota SPP akan melakukan mensosialisasikan kepada warga. Terutama bagi yg datang dari luar kota. Mengawasi untuk karantina mandiri.

”Kami disini awalnya diawal penyebaran Covid-19. Kami desa bersama Forum Pengurangan Resiko Bencana membentuk satgas covid. Tugas kami melakukan pendataan, menginfokan kepada masyarakat bahayanya covid-19. Tambahnya, melakukan penyemprotan tempat ibadah di desa,” pungkasnya.

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x