Press Release Wujudkan Pilkada Damai

WUJUDKAN PILKADA DAMAI

Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) serentak tahun 2017 dilaksanakan pada 15 Febuari 2017 di 101 (seratus satu) wilayah di Indonesia. Menurut data Komisi Pemilihan Umum (KPU) ada 620 calon yang mengikuti kontestasi pesta demokrasi tersebut. Mereka masing-masing pasti menginginkan kemenangan atas usaha yang telah dilakukan. Tidak menutup kemungkinan usaha-usaha mereka menjadi titik rawan konflik jika tidak menggunakan prinsip-prinsip demokrasi yang jujur dan adil. Yang saat ini masih sangat dirasakan adalah kontestasi pemilukada gubernur DKI Jakarta yang menyedot perhatian masyarakat karena semua isu digunakan untuk kepentingan politik. Berbagai isu juga diolah sedemikian rupa dan didukung dengan media yang belum mempunyai perspektif damai dalam pemberitaan. Akhirnya masyarakat yang menjadi korban hingga gontok-gontokan, saling menyudutkan baik dimedia sosial maupun media lainya

Persoalan lain dari proses pemilu ini adalah masih minimnya perempuan untuk bisa mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki (patriarhisme politik). Data hasil penelitian Satunama menjelaskan bahwa Patriarkisme politik menguat. Indikatornya adalah perempuan kandidat menghadapi tantangan ganda (dual challenges) dalam arena politik. Selain itu, masih kuatnya struktur politik arus laki-laki (malestream political structure) dalam pilkada serentak 2017.

Di Aceh, isu mengharamkan pemimpin perempuan beredar massif tanpa ada sumbernya. Namun meskipun sumber itu tidak jelas tapi tetap menjebak masyarakat untuk tidak memilih pemimpin perempuan. Bahkan ketika salah satu ulama di Aceh dituduh mengeluarkan statement  bahwa memilih pemimpin perempuan itu haram, lantas ulama tersebut segera mengklarifikasi di media lokal bahwa tidak ada Nash Perempuan haram memimpin. Ini membuktikan bagaimana beedarnya tafsir-tafsir keagamaan sebagai legitimasi untuk kepentingan politik.

Sektarianisme agama atau etnik, cara pandang patriakis, nuansa provokasi dan pecah belah tidak seharusnya mewarnai pesta demokrasi di Indonesia. Pilkada seharusnya menjadi momentum bagi masyarakat untuk menyalurkan hak politinya secara sadar, tanpa tekanan, jujur, dan adil. Pilkada hendaknya menjadi sarana pemerkuat demokrasi di Indonesia bukan sebaliknya menciptakan pecah belah atau sarana menjatuhkan satu dengan yang lain.

Untuk itu, The Asian Muslim Action Network (AMAN) Indonesia, sebuah gerakan muslim progresif di Indonesia, menyerukan agar:

  1. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah secara tegas menjaga integritas Pilkada damai, jujur dan adil sehingga pada tanggal 15 Februari 2017 nanti, masyarakat di 101 wilayah yang menyelengarakan Pilkada serentak dapat menyalurkan hak politiknya tanpa merasa ada tekanan atau intimidasi.
  2. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk memastikan bahwa segala bentuk pelanggaran dalam Pilkada harus direspon sesuai dengan kebijakan dan prosedur hukum yang telah ditetapkan, tanpa memihak kepada salah satu pasangan calon, proses hukum bagi setiap pelanggaran harus secara terbuka dan transparan agar publik bisa tahu.
  3. Polisi Daerah memastikan kondisi aman dan kondusif menjelang, pada saat dan setelah Pilkada tanggal 15 Februari 2017, dengan cara meminimalisir berkembangnya isu SARA di media sosial dan masyarakat sehingga semua warga yang punya hak pilih bisa menyalurkan hak politiknya dengan lancar tanpa intimidasi dari pihak-pihak lain
  4. Media masa harus mengontrol penyebaran informasi seputar Pilkada dengan prinsip-prinsip jurnalisme damai, dengan cara memberikan akurasi setiap informasi seputar Pilkada, tidak mendorong perpecahan, objectif, tidak menyuburkan kebencian pada etnik tertentu, merendahkan perempuan, atau memecah belah kesatuan dan persatuan bangsa.
  5. Menghimbau kepada semua stakholders, partai politik, tokoh-tokoh agama, tokoh masyarakat dan lembaga-lembaga masyarakat, pendukung pasangan calon dan masyarakat secara luas agar lebih massif menyuarakan pemilu damai dengan semangat menjaga toleransi, kebhinekaan dan kerukunan antar umat beragama dan menghormati minggu tenang.

 

Jakarta, 11 Febuari 2017

Hormat Kami,

 

Dwi Rubiyanti Kholifah

Country Representative AMAN Indonesia

 

Kontak Person.

Dwi Rubiyanti Kholifah, Country Representative 081289448741

Maskur Hasan, Kordinator Wilayah Yogya dan Jateng 0812081578762673

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar