Perempuan Bicara Pembagian Peran dalam Keluarga

“Saya senang bisa mengikuti training kepemimpinan perempuan yang diadakan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Rifka Annisa. Saya mewakili Sekolah Perempuan Srikandi Handayani, Gunung Kidul,” Kata Ika Aminatus Sholihah (35) salah satu dampingan Sekolah Perempuan, Rifka Annisa.

Selain Ika Aminatus Sholihah, komunitas lain dari desa lain juga terlibat dalam pelatihan yang diadakan oleh AMAN Indonesia ini. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk saling bersinergi antara jaringan Sekolah Perempuan. Ibu Elli Royati dari komunitas Rifka berkesempatan menjadi narasumber dalam acara talkshow di radio Argo Sosro FM. Salah satu radio yang ada di Gunung Kidul. (5/10/16).

Acara ini berkat kerjasama Rifka Annisa, dan radio Argo Sosro. “Saya perwakilan Sekolah Perempuan Srikandi Handayani fokus membahas, tentang perempuan sebagai agen perdamaian. Kemudian partner saya, mewakili Setya Mitra berbicara tentang pemantauan tindak kekerasan terhadap Perempuan, dan anak. Kami mengambil tema tentang berbagi peran dalam lingkungan keluarga, terutama berbagi peran antara suami dan istri,”. Ujar Elli Royati.

Dalam wawacara acara talkshow di radio tersebut. Bu Elli Royati menyampaiakn alasan mengapa mengangkat tema perempuan. Ia menegaskan ada fakta di masyarakat tentang berbagi peran antara suami dan istri. Masih banyaknya perbedaan antara laki-laki, dan perempuan dalam pelabelan jenis kelamin yang ada di masyarakat.

Tak hannya itu, ia juga berbagi cerita tentang pengalamannya sebagai narasumber dalam berbagi peran. Kesulitan-kesulitan dalam penerapan berbagi peran, dan manfaat yang di peroleh saat berhasil dalam berbagi peran. ia berharap tentunya tantangan di masyarakat luas tentang berbagi peran tersebut bisa teratasi. Tuturnya.

“Tidak mudah namun ini bisa diperjuangkan. Saya senang sekali pada sesi akhir talkshow ada sesi tanya jawab melalui layanan sms (short message send). Ada dua peranya yang berhasil kami jawab. Pertama, bagaimana caranya agar saya diperbolehkan suami untuk bekerja. Kedua, bagaimana solusi agar bisa bekerja dengan gaji di atas suami karena itu syarat dari suami. Yang terpenting adalah bagaimana cara kita mengkomunikasikan kepada suami yang malas bekerja. Artinya istri adalah sebagai tulang punggung keluarga, sedangkan suami juga tidak membantu pekerjaan istri,”. Kata .Ujar Elli Royati

Dari beberapa pertanyaan itu, secara umum adalah dengan melakukan komunikasi yang baik dengan pasangan. Karena apapun masalahnya, jika bisa di komunikasikan dengan baik akan mendapatkan solusi yang adil bagi kedua belah pihak. Untuk solusi pasti ada dikedua belah pihak sesuai kesepakatan, namun prinsipnya adalah harus setara dan adil. Begitulah kira-kira sedikit pengalaman kami saat menjadi narasumber talkshow di radio Argososro FM.Cerita Ujar Elli Royat. (Tim Aman).

Tinggalkan komentar