Selasa; 22 Juli 2014 | 18:19 WIB | Ganti Bahasa :

PERNYATAAN SIKAP KELOMPOK MASYARAKAT SIPIL

(, 27/03/2013)



Indonesia adalah negara hukum yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu (Pasal 29 ayat (2) UUD 1945).

Akan tetapi, realitas belakangan menunjukkan, trend pengabaian konstitusi dan pelanggaran HAM dalam berbagai bentuk kekerasan, kriminalisasi, serta penutupan rumah ibadah di berbagai wilayah terus meningkat, bahkan semakin mengancam keutuhan NKRI.

Sejumlah kasus terjadi, seperti penyegelan gereja HKBP Philadelpia-Bekasi, pembongkaran gereja HKBP Setu-Bekasi, penyegelan Masjid Ahmadiyah Jatibening-Bekasi, penyegelan GKI Jasmin-Bogor, penyegelan gereja kampung Duri Jakarta Barat, penutupan 9 gereja dan 5 Vihara di Aceh, penyegelan masjid Bilal Ahmadiyah-Sukabumi, penolakan pembangunan masjid Al-Anwar- Tapanuli Utara, penutupan masjid Al-Hidayah-Depok, penutupan masjid Attaqwa Duren Sawit-Jakarta Timur, serta kriminalisasi para pemuka agama di beberapa wilayah.
Kami kelompok masyarakat sipil menyatakan keprihatinan yang mendalam, khususnya terkait aksi-aksi brutal terhadap rumah ibadah di sejumlah wilayah, maka dengan ini kami menyatakan:
1.    Mengecam dan mengutuk pemerintah yang telah membiarkan, bahkan turut serta dalam aksi brutal tersebut;
2.    Meminta pemerintah mencabut segala peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang bertentangan dengan jaminan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagaimana dijamin UUD 1945;
3.    Meminta para pemimpin agama dan kepercayaan agar lebih mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;
4.    Mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi, dan menyikapi segala persoalan dengan arif dan bijaksana;
5.    Meminta kepada pimpinan media agar dalam pemberitaan, sensitif terhadap korban dan kritis terhadap setiap pelaku tindak kekerasan.





Kami yang menyatakan keprihatinan:

Indonesian Conference on Religion and Peace-ICRP, Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan-SOBAT KBB, The Wahid Institute -WI, Nurcholis Madjid Society -NCMS, Forum Studi Piramida Circle, Bidang Diakonia PGI, ANBTI, AKKBB, Badan Kerjasama Organisasi Kepercayaan -BKOK, KontraS, Himpunan Penghayat Kepercayaan HPK, KOMJak, SETARA Institute, Yayasan Anand Ashram, National Integration Movement NIM, Yayasan Insan Bestari, Dian Interfidei, Lingkar Studi Islam dan Sosial-LSIS-Banten, LBH Jakarta, Komunitas Rahayu 15, Komisi HAK KWI, ELSA Semarang, Perkumpulan 6211, Asian Moslem Action Network-AMAN- Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Konferensi Agung Sangha Indonesia -KASI,

Cp: 085711086857-Mukhlisin

 




Berita Terkait :


PEREMPUAN KORBAN PENYIKSAAN MASIH MENUNGGU PEMENUHAN HAK REHABILITASI
Hasil Penelitian AJAR dan 6 lembaga mitra di Indonesia dan ...

BELAJAR KEHIDUPAN DARI PEREMPUAN
'Saya kini menjadi PNS, yang mampu menyelesaikan masalah keluarga secara baik, hingga meski bercerai, hubungan saya dengan mantan suami jauh lebih ...

BAGIAN II: IBU SEBAGAI MANAJER
Tulisan ini adalah lanjutan dari materi training parenting atau pola asuh anak. Tema kali ini adalah mengenai komunikasi orang tua dengan anak maupun ...

Link Terkait :

.:: Konfirmasi Donasi ::.
 
Bagaimana tanggapan anda tentang wacana relokasi warga Syiah di Sampang Madura?

Setuju
Tidak setuju
Tidak tahu



Pengunjung ke : 0000151760
Your IP : 54.226.173.169

Agen Bola
judi bola
situs bokep
free download mp3
prediksi piala dunia 2014