AMAN Indonesia Luncurkan SIRI

The Asian Muslim Indonesia bekerjasama dengan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta resmi me-launching website See It Report Indonesia (www.seeitreportitindonesia.com) pada Selasa, (31/01/17) di Teater Prof. Aqib Suminto UIN Jakarta. Di hadiri sekitar 200 pemuda dari UIN Jakarta, serta berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Jakarta, Bogor dan Bekasi, Launcing ini bertepatan dengan momentum gerakan nasional Turn Back Hoax di media sosial.

Mz Fanani, mewakili AMAN menjelaskan bahwa SIRI adalah upaya kolaborasi antara AMAN dan Upstanding Neighborhoods  yang berfokus melakukan pendidikan public tentang bagaimana menghapus/melaporkan/memblok konten di media social  yang mengandung unsur radikalisme dan ujaran kebencian, juga hoax dan fitnah. “Jadi, Ia menegaskan, “ bahwa SIRI bukanlah website untuk melaporkan postingan hoax atau berisi propaganda kekerasan, melainkan panduan teknis bagiamana cara melaporkan”. Kemudian ia mengajak peserta untuk mencoba praktek pelaporan di salah satu media social (facebook) yang dinilai bertentangan dengan semangat menjaga persatuan dan perdamaian bangsa.

Dalam keynote speech-nya, Dr. Arief Subhan, M.A,  memberikan apresiasi program AMAN (salah satunya SIRI Indonesia) yang dinilai relevant mengingat ‘future crime adalah kekerasan di media social’. “Maka, sebagai  makers of contemporary Islam, akademisi dan juga ulama harusnya lebih aktif mempromosikan Islam yang rasional dan damai untuk memerangi tindak radikalisme dan ekstremisme di media social”, tegas Arief yang saat ini menjabat Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah.

Pada kesempatan yang sama, 4 orang narasumber dihadirkan untuk mempertajam soal radikalisme , hoak dan kekerasan di media social serta inisitaif-inisiatif apa untuk menekan balik. Mereka adalah Dr. Phil Idamsyah dari Pusat Riset Ilmu Kepolisian dan Terorisme Univeritas Indonesia, Sarah Hajar dari Indonesian Muslim Crisis Center, Savic Ali, Founder Nutizen dan NU Online, dan Ghufron, Manager Program AMAN Indonesia. Para narasumber menantang auiden untuk lebih pro-aktif memanfatakan media social untuk dakwah tentang peaceful Islam,  serta mengglorifikasi Islam yang rahmatan lil alamin. Maka, selain berdakwah di media social juga diperlukan “organizing people” agar lebih kritis dalam merespon situasi dan tidak mudah teradikalisasi.

Sebelum launcing SIRI, peserta diajak menonton film doumenter Jihad Selfie karya Nor Huda Ismail yang berkisah tentang warga Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak dengan memanfaatkan media sosial, seperti Facebook, Twitter, WhatsApp, Instagram, dan Skype. Film ini menegaskan bahwa ISIS juga kelompok radikal dan ekstremis lainnya sangat pandai memanfaatkan media social sebagai alat propaganda. Oleh karena itu, kehadiran SIRI diharapkan berkontribusi memutus narasi dan propaganda tersebut. (Ghufron)

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar