3 Program SP Srikandi Handayani, Pengkok Sudah Masuk Program Desa

Ketua Sekolah Perempuan Perdamaian (SP) Srikandi Handayani, Wiwih Hikmawati terlihat gembira saat menceritakan bahwa program SP Perdamaian telah dibahas di rapat desa. Tepatnya  desa Pengkok, kecamatan Patuk, kabupaten Gunung Kidul. Dia juga menceritakan bahwa ada dua orang perangkat desa yang cukup aktif memberikan penjelasan bahwa SP Srikandi Handayani telah mengangkat nama baik desa Pengkok. Untuk itu patut dipertimbangkan bahwa program mereka masuk dalam program desa. “Sekolah Perempuan Perdamaian dianggap telah membawa nama desa Pengkok menjadi positif” ujar ketua SP. Lebih jaun, ini juga karena dukungan para anggota SPP yang aktif untuk komunikasi dengan perangkat desa serta menunjukkan keseriusan bahwa program SPP sangat penting dan relevan.

Sebelumnya, pada bulan November 2016 empat anggota SP Perdamaian Srikandi Handayani telah mengikuti kongres Persatuan Sekolah Perempuan Perdamaian (PSPP) di Bogor. Salah satu yang dibahas dalam kongres tersebut adalah program kerja masing-masing SP, termasuk Srikandi Handayani. Dalam pembahasan program tersebut Srikandi Handayani mengusulkan beberapa program yang salah satunya adalah sosialisasi kesehatan reproduksi dan pertemuan rutin kelas SP. Kemudian program tersebut diperdalam oleh Program Manajer AMAN Indonesia saat memfasilitasi pertemuan di Pengkok. Hasilnya, ada tiga program utama yang harus dijalankan oleh SPP, yaitu kelas regular setiap dua minggu sekali dengan belajar bersama tentang materi-materi peningkatan kapasitas perempuan seperti yang sudah ada di modul. Kemudian program selanjutnya adalah sosialisasi kesehatan reproduksi di enam dusun setiap satu bulan sekali, dan yang terkahir adalah menyelenggarakan sekolah paket C untuk para perempuan yang sebenarnya mempunyai potensi namun mereka saat ini tidak mempunyai akses pada wilayah-wilayah strategis di desa maupun kecamatan karena terkendala dengan Ijazah. Hal itu pernah diungkapkan sebagian anggota SP.

Pada pertengahan Januari 2017, kabar terakhir yang disampaikan oleh ketua SPP Srikandi Handayani menjelaskan bahwa SP sudah diminta untuk membuat proposal kegiatan yang nantinya akan disertakan dalam proposal desa dan akan diajukan di kecamatan, dan selanjutnya diteruskan di kabupaten. “Kita diminta segera membuat proposal kegiatan, mas” kata ketua SPP saat ketemu dengan fasilitator AMAN Indonesia.

Tentunya ini menjadi kabar gembira bagi Sekolah Perempuan Perdamaian Srikandi Handayani, Pengkok bahwa program-program mereka sudah dimasukkan dalam program desa. Kesusksesan ini juga tidak lain adalah kerja keras para anggota SP yang selalu melakukan loby dan penjelasan pentingnya program SP bagi desa Pengkok, khususnya untuk perempuan-perempuan. Ke depan, kegiatan ini tentunya akan bersinergi dengan kelompok-kelompok perempuan yang ada di desa Pengkok agar semua terlibat dan merasakan manfaatnya. [mh]

Artikel Terkait:

Tinggalkan komentar