Pengetahuan Baru yang Mengubah Sudut Pandang akan Perdamaian

Cerita Perubahan Inspiratif Kegiatan Peace Service Devita Anggraeni

Pengetahuan Baru yang Mengubah Sudut Pandang akan Perdamaian

Cerita perubahan dari kegiatan Peace Service pada Kelas Keberagaman yang dilaksanakan oleh Ngalam Peace Leader pada tahun 2020 silam kali ini datang dari Devita Anggraeni.  Kala itu Devita masih masih berstatus pelajar di SMA 5 Malang.  Dirinya mengetahui adanya kegiatan Peace Service pada Kelas Keberagaman dari teman-teman teaternya di sekolah. Adapun alasannya mengikuti acara tersebut ialah untuk menambah pengalaman. Pada awalnya ia sempat merasa sungkan untuk masuk ke tempat atau rumah ibadah umat lain, terutama saat mengunjungi kelenteng kala itu ia melihat banyak orang yang sedang melakukan peribadatan. Namun setelah mengetahui kedatangannya dan teman-teman disambut dengan sangat hangat dan baik, ia merasa menjadi lebih nyaman ketika berada disana.

Ketika mengikuti rangkaian kegiatan tentunya ada hal-hal yang berkesan ketika mengunjungi beberapa tempat atau rumah ibadah agama ataupun kepercayaan lain, terutama bagi mereka yang baru pertama kali berkunjung dan masuk langsung kesana. Hal tersebut juga terjadi pada Devita, ia sangat terkesan dengan sambutan hangat yang diberikan oleh para pemuka agama di tempat atau rumah ibadah yang dikunjungi. Awalnya ia juga tidak menyangka kedatangan mereka disambut dengan sangat baik dan ramah. Hal tersebutlah yang membuatnya merasa nyaman selama berada disana. Selain itu Devita juga sangat kagum atas keterbukaan dari para pemuka agama serta bagaimana mereka sangat menghargai perbedaan. 

“Sebelum ikut saya pikir karena agamanya berbeda maka punya cara pandang yang berbeda, punya pengertian akan menjalani hidup terus cara bersosialisasi itu mungkin berbeda. Terus karena kan agama saya kan mayoritas terus mereka minoritas, mungkin mereka agak merasa gimana kayak tersudutkan atau gimana agak sensi ternyata enggak karena sama-sama manusia sama- sama hidup di Indonesia ya sama gitu. Jadi lebih terbuka aja sama temanan sama orang beda agama juga”

Adapun nilai-nilai positif yang didapatkan oleh Devita setelah mengikuti kegiatan Peace Service ialah lebih memiliki pemahaman terhadap agama dan kepercayaan lain. Kesadaran bahwasanya mereka juga menyembah Tuhan yang sama dengan dirinya meski dengan cara yang berbeda. Orang dengan agama ataupun kepercayaan lain juga memiliki tujuan yang sama yakni untuk berbuat kebaikan di dunia. Hal tersebut membuatnya sadar bahwasanya kesadaran untuk saling menghargai satu sama lain sangatlah diperlukan. Kesadaran yang dimiliki oleh Devita tersebut dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupannya dan perubahan sudut pandangnya tersebut dapat mempengaruhi sikapnya untuk menjadi lebih toleran, menghargai dan memiliki keterbukaan terhadap perbedaan beragama.   

Menurut Devita sendiri acara tersebut sangat penting untuk dapat diikuti oleh anak muda yang ingin belajar banyak dan mendapatkan pengalaman serta pengetahuan baru terkait dengan agama dan kepercayaan yang ada di Indonesia, sekaligus menumbuhkan rasa toleransi dan perdamaian antar sesama. Menurut Devita acara atau kegiatan Peace Service  perlu juga untuk diikuti oleh banyak anak muda diluar sana agar mereka dapat merasakan hal yang sama dengan yang dirinya rasakan, bahwasanya kita sebagai manusia tidak ada bedanya dan kita harus menghargai satu sama lain terlepas dari perbedaan yang ada. Ia juga mengaku senang dapat berpartisipasi dalam acara tersebut dikarenakan acara tersebut memberikannya gambaran tentang agama ataupun kepercayaan lain serta menyadari bahwasanya ajaran-ajarannya juga berdasarkan pada kebaikan. Menurutnya acara yang demikian perlu untuk dipromosikan tidak hanya di Malang, melainkan juga di beberapa kota-kota lainnya di Indonesia agar menjangkau lebih banyak partisipan muda untuk bergabung dan saling menyebarkan kebaikan, perdamaian dan rasa toleransi antar sesama.

Leave a Reply

Your email address will not be published.